Jenis-jenis Beras di Indonesia.

Posted by Noer Rachman Hamidi on Monday, October 19, 2015

Jenis-jenis Beras di Indonesia
Jenis-jenis Beras di Indonesia
Ada berapa banyak jenis beras di Indonesia ? Jenis beras di Indonesia ada banyak. Beras ialah makanan pokok Indonesia. Meskipun ada makanan alternatif seperti ketela dan jagung nan telah dimasak menjadi menjadi beberapa jenis makanan, sepertinya beras tetap menjadi primadona di kalangan masyarakat. Ketenaran beras ini bahkan ada nan sampai berucap, bila tak makan nasi, belum merasa makan meskipun sudah makan ketela atau pun jagung.

Beras banyak dibudidayakan di Indonesia. Indonesia ialah negara nan beriklim tropis, sehingga cocok bila buat menanam tanaman nan memerlukan pengairan nan banyak seperti tanamaman padi. Selain itu, beberapa daerah di Indonesia juga menjadi penghasil padi nan menjadi pemasok primer padi ke daerah-daerah di Indonesia.

Tanaman padi sendiri mempunyai nama lain, yakni oryza sativa. Oryza sativa bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yakni jenis Javanika, jenis Japonika, jenis Indika. Beras dengan jenis Indika mudah dibedakan dengan jenis-jenis beras nan lain yakni bulir padi nan berbentuk lonjong memanjang. Beras jenis Japonika bisa dikenali dari bentuk bulirnya nan pendek dan bulat, dari segi rasa, beras Japonika bisa dikenali dari nasinya pulen dan lengket setelah dimasak, dan nan terakhir ialah beras Indika.

Selain dibedakan atas jenisnya, beras juga bisa dibedakan atas kadar amilosa. Menurut hasil penelitian, beras nan mempunyai kadar amilosa tinggi setelah dimasak volumenya akan bertambah dan nasi akan menjadi mengembang. Selain itu, nasi juga tak mudah pecah. Bila dimakan, nasi akan terasa kering serta kurang empuk dan bila nasi dalam keadaan dingin akan menjadi keras.

Sementara itu, nasi dengan kadar amilosa rendah mengalami gejala nan berbeda jika dimasak. Nasi dengan kadar amilosa nan rendah ini jika dimasak akan menghasilkan nasi nan tampak basah serta lengket. Nasi berkadar amilosa rendah berbeda pula dengan nasi berkadar amilosa taraf menengah. Nasi berkadar amilosa menengah jika dimasak akan menghasilkan nasi nan agak basah serta tak akan menjadi keras jika nasi tersebut didinginkan.


Jenis-jenis Beras di Indonesia

Berikut ini ialah Jenis beras orisinil Indonesia nan dapat dinikmati oleh masyarakat.

1. Beras Pandan Wangi

Sesuai namanya, beras pandan wangi mempunyai aroma nan khas serta berbau wangi. Oleh karenanya, aroma nan wangi dari beras pandan wangi inilah nan dijadikan Karakteristik khas beras tersebut. Meski demikian, masyarakat perlu berhati-hati, sebab tak sebagian beras pandan wangi ini memiliki aroma nan wangi. Aroma wangi tersebut kerap dipalsukan dengan memberi zat pewangi kimia. Hal tersebut tentu saja merugikan konsumen, sebab beras tersebut menjadi tak sehat lagi setelah tercampur dengan zat kimia . Beras pandan wangi memang terbilang mahal dibandingkan beras-beras nan lain.

Selain aroma wangi, beras pandan wangi juga masih dapat dikenali dengan ciri-ciri nan lain. Beras pandan wangi bentuknya tak panjang, melainkan cenderung berbentuk bulat. Oleh sebab itu, jika masyarakat membeli beras pandan wangi dan penjual memberikan beras dengan biji nan panjang, bisa dipastikan jika beras tersebut bukan orisinil beras pandan wangi, melainkan beras lain nan telah dicampur dengan zat kimia. Selain dari aroma dan dari bentuknya nan bulat, beras ini juga bisa dikenali dari warnanya. Rona beras ini cenderung kekuningan, tak putih dan juga tak bening.

2. Beras IR 64 atau beras Setra Ramos

Beras IR 64 atau juga dikenal dengan sebulan beras Setra Ramos. Beras ini cenderung lebih mudah ditemui di masyarakat daripada beras pandan wangi. Beras Sentra Ramos ini cukup populer di kalangan masyarakat sebab beras ini harganya terjangkau di seluruh lapisan masyarakat. Beras Sentra Ramos setelah dimasak akan menjadi nasi nan pulen. Namun jika beras IR 64 ini terlalu lama disimpan, yakni lebih dari 3 bulan, akan menjadi mudah basi jika sudah dimasak menjadi nasi.

Beras ini memiliki karakteristik fisik berbentuk agak lonjong atau memanjang tak bulat. Beda IR 64 dengan beras pandan wangi ialah tak mengeluarkan aroma wangi. Meskipun demikian, ada pihak-pihak eksklusif nan kerap menambahkan zat kimia berupa pemutih, zat pelicin ataupun zat pewangi pada beras IR 64 tersebut. Oleh sebab itu, pembeli beras harus bersikap selektif, alangkah baiknya jika mengetahui jenis beras Indonesia beserta ciri-ciri dari beras-beras tersebut, supaya pembeli tak menjadi korban kecurangan penjual nan tak jujur.

3. Rojolele

Jenis beras unggulan lain selain beras pandan wangi ialah beras Rojolele. Beras ini tak ada hubungannya dengan ikan lele, meskipun bernama beras Rojolele. Beras ini dapat disebut beras Rojolele biasanya di daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur. Berbeda dengan di daerah Jawa Barat dan di beberapa daerah lain, beras ini terkenal dengan sebutan Beras Muncul. Beras tersebut bisa dikenali dengan karakteristik fisik nan cenderung berbentuk bulat. Selain itu, pada beras Rojolele terdapat sedikit bagian nan berwarna putih susu. Jika mencium beras Rojolele, tak akan tercium bau wangi seperti beras pandan wangi nan berbau khas.

4. IR 42

Beras IR 42 mempunyai kemiripan dengan Beras IR 64. Selain dari segi nama, kemiripan tersebut juga dari bentuk berasnya. Beras ini bisa mudah dikenali dengan bentuk nan tak bulat. Bentuk tersebut mirip dengan beras IR 64 nan banyak beredar di masyarakat. Meskipun demikian, ukuran beras IR 42 lebih kecil dibandingkan beras IR 64.

Ciri lain nan bisa dikenali ialah setelah dimasak, menghasilkan nasi nan tak pulen, melainkan sedikit keras dan kering. Nasi jenis ini sangat cocok jika dimasak menjadi beberapa variasi makanan seperti dimasak menjadi nasi goreng, nasi uduk, ketupat, dan lontong. Meskipun beras IR 42 memiliki bentuk nan cenderung lebih kecil, harganya lebih mahal dari beras IR 64. Hal tersebut disebabkan sebab beras IR 42 sporadis ditanam oleh petani. Petani lebih sering menanam beras IR 64.

5. Beras Merah

Beras merah sangat mudah dikenali dari rona merah. Oleh sebab itulah dinamakan beras merah. Beras merah sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat, yakni sejak 2800 SM. Beras merah lebih populer di global dibandingkan beras-beras lain disebabkan kepercayaan para tabib. Para tabib atau jika sekarang ini orang nan bisa menyembuhkan penyakit, percaya jika beras merah memiliki nilai-nilai medis. Nilai-nilai medis nan terkandung dalam beras merah tersebut menyebabkan beras merah dicari buat dijadikan obat. Beras merah oleh para tabib dipercaya bisa memulihkan kembali kondisi tubuh sehingga memunculkan rasa tenang dan damai.

Sejarah tentang beras merah beserta kelebihan beras merah banyak diabadikan oleh penulis di wilayah Asia Timur. Para penulis nan ada di Wilayah Asia Timur pada zaman dahulu kala menulis jika beras merah ialah jenis makanan penyembuh. Beras merah dipercaya bisa menyembuhkan penyakit nan disebabkan oleh kurangnya ekuilibrium alamiahnya.

Pernyataan dari penulis Asis Timur tersebut juga diteliti hingga sekarang. Hasil nan didapat dari penelitian tersebut sama dengan nan ditulis oleh penulis pada zaman dahulu. Beras merah jika dimasak menghasilkan rasa seperti kacang dan lebih kenyal dibandingkan beras putih pada umumnya. Meskipun demikian, beras merah lebih cepat basi.

Di pasaran, harga beras merah cenderung tinggi, sebab sporadis ada petani nan menanam beras merah. Selain itu, beras merah juga mengandung lebih banyak bernutrisi. Jika dimakan dalam porsi nan lebih sedikit, akan sama mengeyangkannya dengan nasi biasanya dengan jumlah nan banyak.

Itulah jenis-jenis beras di Indonesia. Semoga bermanfaat!


1 Cara mudah pesan Beras Delanggu dalam jumlah banyak...

suplier beras murah Description: Jenis-jenis Beras di Indonesia.
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Jenis-jenis Beras di Indonesia.
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Jenis-jenis Beras di Indonesia. ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://suplier-distributorgrosir-beras-murah.blogspot.com/2015/10/jenis-jenis-beras-di-indonesia.html

Bookmark and Share

0 comments... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment